Jumat, 23 April 2021

Pengalaman Pertama Pakai Produk Retinol di Usia Kepala Tiga

Sudah beberapa tahun terakhir, peradaban skincare saya berubah. Dari yang tadinya masih pakai toner atau masker aja, dan lebih banyak bermain dengan makeup, kini mulai memilih buat berinvestasi di kesehatan kulitnya. 

Sebagai rakyat jelata, tentunya pakai produk trial atau share in jar menjadi salah satu jalan ninja. Dan ada beberapa hikmah dari perjalanan petualangan serum, salah satunya anti aging. 

Sebenarnya, saya cuma dua kali mencoba anti aging. Yang pertama adalah Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate di beberapa tahun lalu saat saya masih umur dua puluhan. Buat saya, itu sudah wah banget. Apalagi sempat teracuni buat beli essencenya. 



Yang kedua adalah di usia 30-an awal, mulai mencoba produk dari Avoskin Miraculous Retinol. Baru di sini saya ngeh, perbedaannya. 

Retinol memang jadi salah satu bahan aktif yang digunakan untuk menghambat penuaan. Walaupun, aslinya ya penuaan tidak bisa dicegah. Tapi, dari kedua produk itu saya belajar, bahwa beberapa produk untuk anti aging memang didesain dengan level tertentu, dan ini bisa dilihat dari harganya. 

Saat saya pakai Hada Labo, ia perform sebagaimana produk drugstore. Bukan yang wah-wah amat, tapi juga nggak jelek-jelek amat. Analisa saya, dia sebenarnya kelas menengah, tapi ongkos produksinya ditekan dan menyesuaikan dengan konsep simple mereka, jadi packagingnya terlihat 'murah'. 

However, saya malah pakai dia bertahun-tahun ini. Pertama, dia terjangkau untuk ukurannya yang bisa buat berbulan-bulan. Kedua, dia tidak ada pewangi yang membuat saya was-was. Ketiga, efeknya cukup untuk sehari-hari. 

Nah, tapi semakin bertambahnya usia, jelas senjatanya perlu ditambah. Selain itu perlu memperhatikan kandungan, keamanan dan kenyamanan pemakaiannya. Saya tertarik pada Bhumi, Avoskin dan ElsheSkin, di mana ketiganya punya retinol. Tapi, saat ini masih Avoskin dulu karena sepertinya yang paling sesuai dengan beragam kondisi saat ini adalah dia. 



Sejauh ini, memang improvementnya jujur saja lebih terasa. Misalnya rasa plump dan perbaikan tekstur yang tipis aja, tapi cukup terasa dalam 3 hari pertama. Saya masih bisa merasakan tekstur di wajah, tapi tidak merasa ini masalah besar, karena perlu beberapa bulan untuk kita lihat efeknya. 

Di samping itu, saya suka dengan Eye Ampoulenya. Karena soothing banget dan nggak membuat mata berat saat berangkat maupun bangun tidur. 

Tetap ada rasa deg-degan dalam mencoba produk dengan bahan aktif. Kulit saya badak, tapi nggak mau juga ngalamin purging yang bikin pusing.

Cara Menghilangkan Ketombe dengan Air Teh Basi


Saat masih remaja, saya randomnya agak nggak kira-kira. Pernah karena nggak punya catokan, tapi ingin rambut lurus, jadi dicatok pakai setrika beneran. Padahal mestinya saya belajar dari kawula muda angkatan saya yang nggak lama, rambutnya jadi brintik karena hasil rebondingnya hilang. 

Di tengah-tengah era rebonding itu, saya pernah ketombean yang menurut saya sebenernya 'yaudah sih' (tuh kan random lagi), tapi berkat membaca sebuah majalah Asian Glitz dan nemu tips menghilangkan ketombe ala Cecilia Cheung, maka markicob, alias mari kita coba. 

Dorongan mencoba ini karena saya pernah belajar di kelas Tata Busana atau sejenisnya, ada guru yang mengajari cara perawatan tubuh dengan alami. Salah satunya, mengatasi ketombe dengan air teh basi. 

Ternyata, hal ini benar adanya :))

Jadi, sejak saat itu saya sekitar 1-3 bulanan mencoba untuk secararutin menyiapkan air teh basi, sebanyak 1 mug berkumur khusus sikat gigi. Kira-kira isinya setara 400 ml air teh yang sudah umur semalam sampe 2 malam. 

Sebelum keramas, saya pasti pakai itu dulu. Disiram sedikit-sedikit sambil dipijat ke kulit kepala sampai merata. Lalu saya diamkan beberapa menit, asal gak masuk angin aja. 

Saya gak gengges sih dengan baunya, masih bisa ditolerir. Yah, langunya aroma teh paling ya gitu itu kan. Lalu setelah kira-kira 10-15 menit, baru deh keramas seperti biasa. Kuncinya memang rutin aja. 

Dan beneran, dalam sebulan, bisa kelihatan hasilnya. Ketombe yang bagai taburan donat salju ini perlahan mulai banyak berkurang. Sejak itu, saya sempat mengalami masa-masa di mana kepala nyaris bebas ketombe. Ada pun mungkin nggak seheboh itu. Jadi kalau diusreg, rambut nggak lagi hujan salju. 


Sayangnya, lepas itu saya udah terlena dan nggak lagi pakai. Di usia sekarang, ketombenya datang lagi. Ada banyak penyebabnya sih. Di antaranya stres dan karena saya berjilbab, tapi kurang merawat rambut. 

Sepertinya saya akan mencoba lagi tips ini dan mudah-mudahan berhasil seperti dulu. Selain air teh basi ini, nggak masalah kalau mau nambah pakai tonic. Biar rambutnya dapat dukungan moril, karena ketombe tuh emang provokatif banget. Bikin banyak masalah lain ke rambut kita. Semoga bermanfaat. 

Jumat, 16 April 2021

Legitnya Jualan Kurma di Bulan Ramadan




Di masa pandemi ini, memang banyak orang berusaha menjalankan bisnis secara mandiri. Ini sebagai dampak dari resesi ekonomi sejak tahun lalu. Jutaan usaha makro dan mikro terguncang, hingga banyak orang yang harus menelan pahitnya PHK. 

Tapi, selalu ada solusi bila kita mau mencoba mengusahakan. Salah satunya adalah peluang dalam bisnis kurma di bulan Ramadan ini. Bahkan, peluang ini masih bisa dijalankan hingga mendekati Idul Adha nanti. 

Kurma memang merupakan sumber pangan yang bukan hanya kaya manfaat, tapi juga berkah. Buah nabi ini bisa dikreasikan menjadi banyak hal, atau hanya dipasarkan tanpa diolah begitu saja. Makanan ini juga banyak dicari oleh muslim sebagai konsumsi penting di bulan puasa. 

Beberapa ide jualan kurma yang bisa diadaptasi antara lain: 

Kurma kemasan, ini memang banyak di pasaran, tapi juga akan selalu laku. Apalagi bila kita menjual beragam kurma kemasan, seperti sukari, medjool, ajwa atau kurma ruthob. 

Susu kurma, merupakan olahan kurma yang dipadukan dengan nikmatnya susu. Produk ini baik juga bagi ibu menyusui, atau mereka yang sering merasa lemas saat puasa. 



Coklat kurma, salah satu jenis olahan yang bisa kita buat sebagai jualan saat Ramadan, Lebaran, hingga menjelang Idul Adha. Dikemas dengan apik, akan bisa ditawarkan sebagai hampers. 

Kue kurma, yang satu ini juga bisa menjadi ladang pemasukan. Utamanya bila jelang akhir Ramadan, di mana orang-orang mulai mencari kue kering. 

Itulah beberapa ide berjualan kurma yang bisa kita coba di bulan penuh berkah ini. Jangan berhenti ketika Ramadan usai. Cobalah berinovasi, karena sesungguhnya kurma memiliki asupan penting yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 24 April 2018

Review Sandara Jiwa The Forbidden Black Pitera Serum, Si Banyu Beras Versi Indo yang Wagelaseh



Setelah sekian tahun lamanya nggak nulis review, Sandara Jiwa ini bikin saya pengen banget bikinin reviewnya. Why? Karena rasanya NJATA SEKALI KHASIATNJA.

Jadi berawal dari dibisikin @traverie tentang Sandara Jiwa ini tatkala hati sedang sangat ingin beli skincare Koreyah. Jujur aja saya lagi pengen banget Natural Pacific Fresh Herb, serum Jun Ji Hyun yang terkenal itu. Dan segedabrek 10 steps Korean skin care lainnya yang menggiurkan buat dicoba, seperti calendula toner, exfoliating toner, dan sebagainya dan sebagainya.

Ternyata setelah ubek-ubek Sandara Jiwa, mereka punya serum pitera. HO OH PITERA yang kalo di prodak Jepang femes itu sebotolnya jutaan. *pingsan

Nah, kali ini saya mau bahas dari kesan pertama hingga pengalaman pakainya. Wakakaka...

Sandara Jiwa


Jadi opini saya tentang Sandara Jiwa ini adalah, mereka punya produk perawatan super alami dan organik. Dengan hashtag #CantikMembumi dan #HONESTYFORYOURSKIN, bisa dilihat lah ya visi misi mereka melalui skincare yang dimiliki. Nggak jauh-jauh dari mengajak wanita untuk berani tampil dengan bare face mereka.

Sandara Jiwa juga mengklaim kalau produk mereka aman buat ibu menyusui, Masuk akal sih, karena hampir semua yang dikeluarkan menggunakan bahan-bahan alami seperti aloevera, royal jelly, fermentasi air beras, air mawar dan sebagainya. Yay! Sehat banget khaaaan~~

Produk mereka macem-macem sih. Ada Pitera dengan aneka varian (pitera white, black, red, kalo nggak salah ada yang green juga), Calendula Toner, Lungs Elixir (yep, ini produk buat paru-paru), Sanubari Laut dan sepertinya sebelum ini mereka punya beberapa perawatan lain seperti Sunya Ruri Rose Water.

Nah kalo diliat-liat, mereka ini punya ciri khas dan filosofi banget. Utamanya menamai produknya dengan nama-nama yang menggemaskan buat kaum-kaum ethes seperti hamba. Sunya Ruri, Sanubari Laut, La via Purgativa, even  nama Sandara Jiwa juga saya suka banget dengernya.

Oke, yuk langsung aja ke produknya...

The Forbidden Black Pitera by Sandara Jiwa


Konsepnya mirip dengan Pitera Essence by Esketu. Hanya saja dia dikemas dalam bentuk spray ukuran 200an ml. Teksturnya sama-sama cair dan bau fermentasinya cukup kuat. Tapi buat saya yang mencari khasiat ini, ndakpapa. Sesuai namanya black pitera, yang ini warnanya hitam, tapi nggak pekat-pekat amat. Macem es setup kecemplungan cincau lah warnanya.

 

Saya beli sepaket, Night dan Light Serum. Yang night untuk malam hari, dia sudah dilengkapi dengan overnight water mask dan pelembab. Harganya Rp 110,000. Sedangkan untuk Light Serum, digunakan untuk pagi hari, harganya lebih murah, Rp 80,000. Pas saya beli sih ada harga bundling hehehe, jadi cuma Rp 170rb aja beli dua-duanya.

Cara Pakai: Menurut instruksinya, cara pakai serum ini adalah pada wajah yang bersih, lembab dan hangat. Kalau saya sih, setelah membersihkan wajah, saya bilas dengan air hangat tapi nggak diguyur biasa. Saya nikmati aliran airnya, supaya stay agak lama dan suhunya nggak meninggalkan wajah.
Ada juga yang selepas bersihin wajah, pakai handuk hangat. Namun berhubung kadang saya agak MLZ, maka pakai cara yang pertama.

Setelah itu saya aplikasikan 1 layer Calendula Toner. buat meringkas pori. Nanti kalau sudah meresap dengan baik, baru semprotkan Forbidden night atau light serumnya ke wajah. Light Serum untuk pagi hari, sedangkan Night Serum untuk malam hari (karena night serum katanya dilengkapi overnight watermask dan moisturizer) Lalu tepuk-tepuk deh macem pakai esketu.

Kita akan merasakan sensasi muka yang lembab banget dan sedikit sticky kalo udah pakai piteranya ini. Kalau masih toner calendulanya aja sih mungkin hanya berasa lembab lantas ada rasa 'udah gitu aja?' hahaha.. Makanya saya lengkapi dengan serum The Forbidden Black Pitera ini biar afdol.

Result: Awalnya waktu pakai di malam hari, saya ngerasa biasa aja. Apalagi ini produk organik, temen saya udah bilang kalau hasilnya nggak akan langsung keliatan. Ternyata, begitu saya bangun pagi, VAAAAWWW....!!!

Produk ini meski alami, cukup cepat menunjukkan performanya. Pagi hari kulit saya lembab dan sedikit improve, seperti kalau saya lagi agak sekian steps perawatan wajah ala Korea, yang pakai serum, krim mata, pelembab, toner segala macem. Padahal yang ini cuma berbekal cuci muka, semprot dan tepuk-tepuk doang.

Di saat saya menulis ini, sudah hari keempat saya pakai The Forbidden Black Pitera Serum. Hasilnya mulai terasa sih. Ada glow sehat di wajah dan beberapa jerawat kecil memang agak kempis sedikit. Setidaknya, inilah efek-efek harian yang bisa kita tengarai ((((tengarai)))). Mungkin ini efek overnight water mask dan pelembabnya. Karena setau saya pakai overnight sleeping mask itu suka bikin kulit kita jadi cakepan gitu besokannya.

Sedangkan untuk light serumnya, saya merasakan efek instant glow memang. Hanya saja muka saya masih agak gradakan dan kusem, jadi agak kurang lengkap sih rasanya. Tapi saya pernah juga pergi ngantor hanya dengan complexion calendula toner dan lightserum, dilanjutkan dengan lipstik dan eyeliner. Well, saya setuju sih kalau skincare ini memberikan rasa cantik yang sehat dan percaya diri, sehingga I feel dare to bare gitu lah kaya wanita jaman now. Hahahha..

Tapi saya belum melihat efek kulit yang cerah atau tidak kusam. Atau wajah ane aja nih yang emang lecek yah? Hahahha... Kelihatannya sih kalau saya emang butuh booster lain untuk perawatan wajah, terutama dengan PR pori yang besar, kusam, komedo dan gradakan.


KESIMPULAN


Jadi menurut kesimpulan ane, Sandara Jiwa The Forbidden Black Pitera ini adalah salah satu produk lokal nan boleh banget dicoba bagi kalian yang nggak suka perawatan kulit ribet dan mahal. Karena selain bahannya alami, pakainya tinggal disemprot-semprot dan ditepuk cantik sampai meresap. Beres deh.

Produk ini memperlihatkan efeknya dalam jangka panjang, tapi performanya bisa dilihat dalam tempo singkat. Maksudnya, black pitera ini nggak akan langsung bikin kulitmu bright dan kinclong seketika. Bertahap pastinya. Tapi, misalnya dipakai malam hari sebelum tidur, keesokan harinya kamu bisa mendapatkan instant natural glowing face, atau supple skin yang sehat.

Mengenai efek jangka panjang, menurut saya mau skin care organik maupun chemical juga bakalan butuh proses, so I don't have any problems with this product. Wong saya pakai skin care Korea atau Jepang aja kadang juga masih ada bekukul-bekukul juga besoknya. Nah yang ini tidak menimbulkan gatal, iritasi, purging atau aneh-aneh sama sekali. Ya, mungkin karena dia bahannya natural yes.

Buat kamu yang anaknya nggak neko-neko dan hanya membutuhkan support skin care biasa, produk The Forbidden Black Pitera-nya Sandara Jiwa ini bakal oke banget. Sudah harganya terjangkau, praktis, dan dalam kemasannya pun isinya agak banyak.

Tapi kalau kalian anaknya perawatan banget, saya yakin kalian merasa produk ini belum cukup dan butuh diboost dengan skin care lainnya. Nggak apa-apa sih, kebutuhan kulit kan masing-masing. So you can choose what's best for your skin. 






Kamis, 05 Januari 2017

Mengungkap Jejak Masa Kecil Ahok di wisata Kampung Kelahirannya


Meski terkenal dengan ciri khasnya sendiri, Ahok tetaplah manusia yang punya  masa kecil dan akan bernostalgia jika ingat tentang gambaran-gambaran suasana di masa lampu ketika Belitung atau tempat lainnya belum seperti sekarang ini. Hal ini terlihat saat dihadiri dalam acara peresmian  Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari, Jakarta Selatan beberapa bulan yang lalu.



Gambar 3a : https://www.instagram.com/ade.pm/

Saat itu Ahok nampak senang melihat pertunjukan yang ditampilkan oleh anak-anak dari Tingkat PAUD hingga SD. Ada yang menampilkan atraksi drum band, hingga nyanyian. Ahok juga sempat teringat dengan kehidupan masa lampau sewaktu masih tinggal di Belitung Timur.  Tepatnya di di Jalan KA Bujang No. 22, Kecamatan Guntung, Kabupaten Belitung Timur.

Jika kamu berangkat dari ibu kota Tanjung Pandan, maka harus menempuh perjalanan darat selama 1 jam, baru setelah itu bisa melihat secara langsung jejak  masa kecil Ahok. Lewat rumahnya. Yang saat ini ditinggali oleh ibu serta keluarga adiknya. Saat  pulang ke Belitung, Ahok juga mampir ke rumah ini.

“Dulu kecil samping rumah ada lapangan bola, besar sekali. Dulu nggak kenal futsal karena memang lahan masih luas. Itu rumah orang dijadikan lapangan saja. Alasnya banyak akar-akar jadi kalau jatuh pasti sobek dengkul. Kita bisa nyempung ke sungai, nangkap burung," ungkap Ahok.
Suasana menyenangkan seperti itu juga masih bisa kamu rasakan bila datang langsung. Lalu ada apa saja di kawasan yang saat ini telah menjadi destinasi wisata

Jumat, 01 April 2016

[REVIEW] VIVA Green Tea, Perawatan Kulit Murah, Asli Indonesia VIVA



Saya datang lagiiii...

Memang benar kata pepatah, padi itu semakin tua semakin merunduk. Makin ke sini, saya makin 'humble' aja dalam memilih kosmetik. Nah, kali ini saya akan bahas tentang kosmetik sejuta umat di Indonesia, VIVA.

Saya bukan penggemar yang gimana gitu sama Viva ini. Tapi, sejak dia pernah menyelamatkan saya pas purging dulu, serta belakangan ini saya nggak sengaja beli dan merasakan keajaibannya kembali, saya jadi ingin berbagi kisah dan reviu. Apakah itu?

Susu Pembersih Green Tea (Milk Cleanser Green Tea) 


Saya pernah nyoba yang lemon waktu jerawatan. Ya hasilnya oke dan sesuai buat kulit jerawatan. Tapi saya nggak begitu suka baunya, soalnya agak menyengat. Pernah juga nyoba yang spirullina, bengkoang, bahkan timun. But still not suitable for me. Seperti ada 'sumuk-sumuk'nya gitu...

Lalu saya baca reviu Onikchan, katanya yang Green Tea ini enak. So saya coba yang Green Tea ini. Buset, agak susah juga nyarinya. Sekalinya dapet, langsung bisa beli dua. Hahahahaha..

Yang ini baunya enak. Lembut dan nggak nyengat. Hasilnya juga bikin kulit kenyal lho besoknya, sekalipun saya kelupaan pakai toner. Kadang saya nggak pakai toner malah. Setelah bersihin dengan kapas, menggunakan jurus swap tertentu, kadang saya bilas air aja, sekalian wudu'. Besokannya, kulit jadi enak. Lembut kenyal gimana gitu..

Toner Green Tea


Ini juga merupakan salah satu toner favorit. Baunya nggak nyentrong dan sejuk di kulit, nggak ada sumuk-sumuknya. Tonernya meringkas pori dengan cukup baik.

Kadang kala kalo lagi gerah, saya pake toner ini. Atau pas sikon nanggung, habis mandi dan cuci muka jam 7 malem, mau pake Hadalabo, saya kasih toner aja biar kulit siap dengan treatment berikutnya. Hasilnya tetap ajiiib..

Pelembab Green Tea


Nah, jadi ceritanya kapanan saya ke Toko Raya di Malang yang jual buuuuaaaanyakk vendor kosmetik dan kebutuhan wanita. Maksud hati sih pengen beli cleanser dan toner aja, pelembabnya pake yang kecil mulberry atau yoghurt itu.

Eh ternyata mbaknya nawarin mau pelembab Green Tea juga apa nggak. Trus saya manggut-manggut. Lha kok harganya juga lebih murah :))) Bungkuuuuss!!

Sekarang, setiap pagi mau ngantor, saya pake pelembab ini. Really works for me. Mungkin karena ada UV filternya juga ya. Kemarin-kemarin akibat pakai foundi/bb cream dan eye shadow, kulit saya sempet agak kusem, kering dan mulai ada kerutan gitu.

Sejak serangkai produk ini saya pake, kulit jadi lebih kenyal. Saya jadi inget cerita alm mbah pijet dulu. Pelangganya ada yang punya kulit aluuus dan awet muda gara-gara pake Viva. Dulu saya pikir cuma pembersihnya aja, tapi sepertinya gara-gara pelembab ini juga.

Kelebihan dan Kekurangan


Ada banyak kelebihan 3 serangkai Viva ini. Pertama, harganya miring banget. Even we want to buy it double, dompet nggak akan bolong. Kedua, they get the point bahwa ini sesuai untuk daerah tropis. Untung kulit saya badak, jadi meski awalnya canggung, tapi nggak lama kemudian saya ngerasa nyaman pakainya.

Ketiga, efeknya real banget. Dulu saya under estimate sama kualitasnya. Ternyata itu terpatahkan sama sekali. Lha wong kerasa gini purging ilang, kulit bersih dan kenyal, kerutan juga tersamarkan dan hampir ga kerasa lagi guratannya.

Kekurangannya, kalo nggak salah dia pakai alkohol dan beberapa orang nggak suka akan hal ini. Kalo saya kayanya nggak begitu jadi masalah.

Intinya, Viva ini perawatan kulit murah meriah yang jangan dipandang sebelah mata. Saya pernah pake beberapa brand yang keliatannya lebih gengsi dari Viva (termasuk harganya), tapi banyak juga yang ternyata nggak terlalu impresif hasilnya. So saya pilih yang pasti-pasti aja. Kalo kamu? ;)

Well, semoga bermanfaat ya.

Sabtu, 26 Maret 2016

[TIPS] Cara Mengatasi Rambut Rontok dan 'Mbrodol' Parah (Yang Berhijab Boleh Banget Baca!)



Halo Gan,

Wuiih, setaun lebih ya saya nggak nulis di blog ini. Dan saya kembali membawa ilham, ilmu, pencerahan tentang cara mengatasi rambut rontok parah, yang mbrodol-mbrodol kalo pas keramas dan mandi, sampe nyumpet lubang kamar mandi. *tepok jidat*

Kebetulan saya juga berhijab, dan selama beberapa minggu terakhir saya mulai merasa rambut ini lagi 'bengak-bengok' minta diperhatikan. So, let's begin,,,

Awalnya.. 

Tadinya rambut saya oke-oke aja kok. Apalagi dia sudah mulai panjang, saya suka banget. Tapi beberapa bulan terakhir, dia mulai rontok dan makin ke sini rontoknya makin parah. Bapak saya yang kamar mandinya sering saya pake (soalnya ada water heaternya, hihihi.. Malang adem, siiis), sampe nanya, "Nduk, rambutmu kok rontok-rontok. Nggak papa tah itu?"

Trus dengan santainya saya jawab, "Gapapa, ini soalnya mulai panjang." Ya iya sih mulai panjang, tapi suwe-suwe mbrodolnya mulai serem. Rambut mulai nyangkut2 di iket rambut sampe seperti buntelan, lalu pas keramas dan mandi, bisa buaaanyakk gitu rontokny Rasanya kayak orang sakit parah.

Saya mulai gelisah, tapi sambil muter otak. Saya nanya-nanya temen cewek yang punya masalah yang sama *etapi, memang rambut rontok ini hampir semua orang ngalamin*. Saya juga main-main ke supermarket, liat-liat rak shampoo dan kondisioner dan tonik dan apapun yang buat rambut, terutama rambut rontok. Dan di sinilah semua ilham itu dimulai~ (kok koyok ceritone sun go kong??)

Kenapa rambut bisa rontok parah?

Dalam kasus yang saya alami, adalah RONTOK DARI AKAR, BUKAN PATAH SEPERTI DI IKLAN2. Setelah melalui beberapa metode perawatan sendiri, saya menyimpulkan beberapa hal. Rambut rontok bisa terjadi karena:

1. Rambut mulai panjang. Semakin panjang dia, semakin mudah rontok dalam kondisi non perawatan.
2. Saya pakai hijab dan mengikat rambut. Bisa jadi rambut kurang bersirkulasi, kepanasan, rapuh, dkk
3. Kita sendiri dalam sikon yang nggak begitu fit. Seperti stres, makanannya kurang bernutrisi, gaya hidupnya jelek, dkk.
4, Kita nggak rutin keramas. Rambut saya yang diiket, ketutup hijab, kadang-kadang baru keramas 3-4 hari kemudian :"> ahihihi.. langsung deh kalo dikeramasi rontok semua. Dan, mungkin kita kebiasaan keramas pakai air hangat, ini mudah sekali bikin rambut 'lepas'.

Vitamin Rambut
5. Saya nggak pernah perawatan rambut :)))) Ke salon aja udah ga pernah sejak sekitar tahun 2010 atau 2011, (soalnya kasusnya dulu rontok kayak begini lalu mbaknya yang ngeramasin syok berat. Saya yang rambutnya rontok, kok mbaknya yang 'horor'?) Well, dan saya di rumah juga jarang banget masker, tonik atau pake vitamin rambut. Paling mentok adalah shampoo dan kondisioner.

Lalu saya mengatasi rambut rontok dengan metode ini: 

1. Siapkan shampoo, kondisioner, vitamin rambut, hair tonic dan minyak alami yang bagus buat rambut (misalnya minyak kemiri, minyak zaitun, etc. Saya pakai 2 minyak ini)

2. Pertama, rambut pasti masih akan rontok parah. Saya nggak pakai sisir, cuma pakai jari. Saya sisir rambut dengan lembut pakai jari, biar yang rontok jatuh dulu. Trus. saya kasih kulit kepala dan batang rambut dengan campuran minyak zaitun dan minyak kemiri.

Di step ini, saya pijat-pijat kulit kepala. Selain biar sirkulasi darahnya lancar (yang katanya bisa membantu menguatkan akar rambut), juga karena bisa jadi rambut rontok karena faktor stres. Kalo dipijet kan enak tuh, lebih rileks. Nah, setelahnya, biarkan selama 15-30 menit. Ini kulit kepala saya pas sudah waktunya keramas, dan saya nggak pakai buntel2an sama handuk hangat. Simpel pokoknya. Hehehe..

Shampoo rambut rontok


3. Setelah itu, saya keramas pakai air dingin. Shampooan seperti biasa. Kalo saya pakai Natur dan Head & Shoulders. Soalnya kalo pakai Natur aja jadinya keset banget dan hampir ga ada busanya. Sementara kalo pake H&S aja, cuma buat preventif ketombe, tapi nggak menguatkan rambut.

This is my way, kalo teman-teman merasa cukup pakai 1 shampoo, it's oke. Inti dari poin ini adalah mencuci rambut, dengan shampoo yang tepat. Ini juga sambil sedikit dipijet. Kenapa sedikit? Karena waktu basah, rambut itu rapuh.

4. Bilas dan pakai kondisioner yang luwembut buat rambutmu. Saya pakai apa aja sih masuk, hahahaha. Kemarin sempet pakai rejoice, tapi terakhir kali saya beli Sunsilk yang ginseng. Yah, yang cukup di kantong aja lah. Setelah kondisioner 60 detik, saya bilas. Haluuuushhh..

5. Keringkan rambut, jangan digesek. Ditepok-tepok aja pakai handuk. Kalau pakai hair dryer, agak jauhan yah makenya. Sampai setengah kering.

6. Setelah itu, mulai pakai tonik. Saya kayaknya cocok pakai Natur ini. Shampoo dan tonicnya pas banget di rambut saya. Kasih sedikit-sedikit di kulit kepala, lalu pijet-pijet lagi. Kurang lebih 2 menitan, rata ke semua bagian rambut.

7. Berikutnya pakai vitamin rambut sejenis Ellips or whatever. Saya pake Ellips dan mau nyoba Dove. Tips yang ini, saya dapet dari temen kampus yang dulu pas kuliah juga pernah ngalamin rambut rontok. Dia juga dikasih tau mba kosnya. Jadi ini ceritanya adalah resep turun temurun :)).

Selesai. Biarkan kering dengan sendirinya.

Catatan

1. Jangan telat waktu keramas. Karena perawatan seperti ini tuh kuncinya rutin. Seperti treatment kulit yang purging sebelum postingan ini.
2. Sesekali pijet-pijet kulit kepala tanpa apa-apa. Selain lebih rileks, juga bisa bikin rambut lebih kuat.
Minyak perawatan rambut

3. Sekarang, tiap sebelum keramas, saya pakai minyak kemiri dan zaitun dulu. Kadang di rambut aja, kadang sekalian pakai di kulit kepala. Dan lagi-lagi, dipijit-dipijit.

Hasilnya

Nggak sampai nunggu bulan, cukup kelihatan hasilnya. Masih ada yang rontok, tapi sepertinya jauuuh berkurang dari hari ke hari. Bahkan pas ngiket rambut juga udah nggak banyak yang nyangkut, atau bahkan nggak ada.

Nggak ada gambar rambutnya yah, soalnya kan udah ditutup, Hihihihi..

Ini jadi ceritanya adalah saya ngebet banget bikin tulisan ini karena amazed sendiri sama hasilnya :))) :))) Kan katanya 'sharing is caring'. Wihihihi.. Semoga bermanfaat ya buat temen-temen yang mungkin punya masalah dengan rambutnya. Jaaa, mata nee~~

Sabtu, 18 April 2015

[REVIEW] Skin Food Black Sugar Wash Off Mask: Ternyata Bikin Kulit Selembut Suteraah..

Skin Food Black Sugar Wash Off Mask menurut Miss Gigi

Dulu saya nggak begitu care-sama-skincare-skinfood. Saya pikir yah nggak akan seheboh SKII hasilnya *ndangak banget dah gayanya* menurut saya Hada Labo udah cukup. 

Tapi, tahun 2014 lalu Febri teman seperhosip-horean saya pergi ke Korea dan bawain satu kotak isinya beberapa sample dan mini size, sabun handmade dan masker. Saya kebagian beberapa produk skinfood dan baru sempat nyoba setelah..... 4 BULAN KEMUDIAN. 

Skin Food Black Sugar Wash Off Mask ini dulu banyak dicari dan saya pikir saya belum perlu. Tapi setelah sepertinya sudah setengah tahun saya nggak maskeran pasca purging, akhirnya dibukalah itu salah satu sachet sample. Yang pertama saya coba adalah Skin Food Black Sugar Wash Off Mask ini. Nah, mulai di baris bawah ini, READ ME CAREFULLY. 

Kemasan
Dikemas dalam sachet tanggung yang cukup padat isinya, Bentuknya seperti gel dengan ada butiran gulanya. Saya sarankan potong ujungnya kecil saja, you don't need much to try. I guarantee. 

First Try
Berbekal pengalaman pakai scrub kopi, setahu saya yang begini ini gak butuh banyak. Beneran deh setelah dicoba. Jadi, basahi dulu muka yang sudah makeup free, trus mulai aplikasikan sepertiga ujung jari dari Skin Food Black Sugar Wash Off Mask ini. 

Masker yang satu ini nggak cuma diratakan, tapi juga dirub dan ostosmastis menjadi peeling di kulit. Kesannya kerasa banget kalau Anda punya wajah purba macam saya yang sudah setengah tahun sampai bertahun-tahun gak maskeran :))) Setelah butirannya habis (saya kayanya habis dalam 3-5 menit di seluruh wajah, kecuali mata dan bibir) bilas dengan air hangat kuku atau kalau saya prefer air dingin. 

Result
Setelah pakai rasanya kulit memang lebih halus. Tapi besok paginya, saya merasa kulit lebih dewy, lembut dan kenyal. Sepertinya butiran gula dan gelnya itu kalau dirub bisa bantu kulit merevitalisasi diri. Jadi after effectnya bagus di kulit. 
Score: 8,5/10
Sekarang saya sadar kenapa barang ini banyak dicari. Hasilnya bagus banget pemirsah. Kalau gak salah full sizenya seharga Rp 130ribuan. Menurut saya cukup murah, karena pakainya nggak banyak, jadi bisa buat berbulan-bulan. 
Sedikit tambahan, saya 2 kali pakai masker scrub ini dengan 2 partner berbeda. Yang pertama Skinfood Black Pomegranate Touch Mask dan yang kedua dengan Platinum Grape Cell White Sleeping Mask. Hasilnya sama-sama bagus. Tapi setelah saya lihat, ternyata ini masker pendamping yang harganya premium untuk menengah ke bawah, yakni Rp 200-300an ribu. Jadi kalau mau coba, sachetan dulu aja yah, sembari mengumpulkan uang, niat dan keyakinan untuk beli full sizenya :)))

Itulah review singkat saya. Maaf karena gambarnya nggak banyak. Rempong lah ya mau maskeran sambil foto-foto. Nanti bisa-bisa kameranya gemes saya maskerin. Hahahaha... stay gorjes Leydis :*

Jumat, 15 Agustus 2014

Jerawat Purging Dan Masker Putih Telur: 2 BULAN KEMUDIAN

Mohon maaf lahir dan batin, Ladies. 

Seperti yang sudah saya janjikan, saya bilang akan menunjukkan progress dan foto setelah saya melakukan terapi masker putih telur. Sudah sekitar 3 mingguan saya mengurangi pakai masker putih telur. Selain orang rumah selalu heran dengan ritual saya misahin kisah kasih telur dan kuningnya, juga kerana harga telur melunjak di masa-masa sebelum dan setelah Lebaran :))

Oh iya, akhirnya saya menemukan sabun Papaya yang saya mau. Dia merknya Dream Papaya. Dijual di mana-mana, di Indomaret juga ada. Murah dan aman juga. Satu produsen dengan yang bikin sabun Shinzui. 

Produk sabun ini sesuai rekomendasi Mbak Dewi Neelam di blognya. Jadi saya pikir ya cukup aman lah ya. Saya pakai sabun ini karena katanya bisa membersihkan jerawat dan mencerahkan kulit. Saya butuh khasiat pertama, yang kedua bisa jadi bonus lah ya.

Nah, setelah kurang lebih 2 minggu mengombinasikan masker putih telur dan sabun Papaya, inilah hasilnya. 

Perbandingan sebelum dan sesudah pemakaian masker putih telur dan sabun Papaya.
Ini dia hasil yang saya dapatkan setelah menggunakan masker putih telur dan sabun Dream Papaya. Jerawat bruntusan dan purging udah tinggal bekasnya aja. Jadi, pe-er ke depannya adalah mengurangi bekas jerawat. Itu ada garis kerutnya lima, jadi saya masih lima tahun *ditabok pake popok

So far sudah nggak ada jerawat yang muncul seheboh beberapa bulan lalu. Paling ada juga 2-3 biji. Sekarang penanganannya yang penting rajin bersihin muka dan nggak pakai makeup berat. Buat daily cuma pakai pelembab Hada Labo dan sunscreen. Kalo keluar-keluar nambah  eyeliner, lip balm dan face powder. 

Ehem.. dari sisi spiritual yah. Air wudu bantu banget buat bersihin muka. Soalnya kan wajah kita jadi dibersihkan secara teratur pakai air selama beberapa kali. Jadi kulit lebih segar dan bersih. 

BB Creamnya mandhek dulu biar kulitnya gak jerawatan. Nggak pede dengan bare face? Hmm, nope. Beberapa kali saya nulis tentang project campaign dan selebritis yang nunjukin wajah naturalnya. Saya pun pelan-pelan melepaskan BB Cream atau CC Cream dari rutinitas makeup. Kecuali kalau sedang ke event khusus seperti kondangan, kumpul temen, ketemu klien dan sebagenya.. dan sebagenya.. 

Sedikit revew tentang Dream Papaya. Baunya enak, di kulit juga enak. Harusnya dipakai di wajah tapi saya pakai di seluruh tubuh :)) :)) Mengapa? Sabunnya keras banget, meeen. Jadi, cukup awet dipakai buat badan sekalian. Horor dong ya kalo cuma wajah sama leher yang putih. 

UPDATE:

Yang di bawah ini wajah saya setelah dua tahun kemudian. Udah pakai makeup lagi, pakai BB Cream lagi. Perawatannya simple, pakai Hada Labo buat melembabkan, sama bersihin pakai Viva. Udah :D Kadang pakai Viva dan scrub kopi, kadang masih pakai masker putih telur.

Wajah setelah dua tahun kemudian, kinclong booook hahahaha. 


Meski nggak kering-kering amat di wajah, pakai pelembab is a must. Namanya juga sabun, tugasnya pasti membersihkan dan mengangkat sel kulit mati serta kotoran. Yang ceritanya sabun ini bisa bikin kulit putih dan glowing, hmm.. saya nggak begitu paham. Soalnya konon kulit saya udah lumayan putih :"> turunan emak. 

Btw, saya beberapa kali dimessage tentang Hadalabo dan masalah purging. Beberapa kali saya saranin pakai terapi masker putih telur ini. Cuma mungkin beberapa masih sanksi yes. Semoga yang saya alami ini bisa memberikan testimoni bagus dan menyelamatkan dompet-dompet dari ketongpesan :))) 

Nah, itu saja sekedar berbagi pengalaman. Wajah tak berjerawat memang bagai langit tak berbintang. Tapi kalo bisa, semoga kita semua bebas dari jerawat. Cocok tidak cocoknya review ini, dikembalikan pada pribadi masing-masing. Semoga bermanfaat, Ladies. Chuu~~~ :*

Selasa, 08 Juli 2014

Jerawat Bruntusan Dan Masker Putih Telur

ALLLOOOOO.....!!!

Lama nggak nulis di sini ya akibat sibuk jadi ibu-ibu editor. Kali ini ada sebuah review penting yang pengen saya share. PENTING BINGIT - terutama bagi Anda-Anda yang merasa butuh info mengatasi jerawat dan bruntusan mendadak- Okefix, inilah ceritanyapun~~

Jadi ceritanya nih, bulan Maret kemarin sempet pergi ke Jogjakarta buat vacation. Kulit saya waktu itu lagi cantik-cantiknya. Halus, lembab, bersih. Duh, perfecto banget. 

Trus, karena Jogjakarta lumayan panas, jadi saya gerah. Kebetulan teman-teman bawa produk yang bisa refresh kulit. Saya jadi coba-coba produk perawatan temen. Mulai dari Vitamin C Body Spray dan Tea Tree Facial Wash Body Shop. Saya juga rutin pake Viva Milk Cleanser Green Tea yang bikin kulit tetap bersih dan kenyal. 

Namun sepulang dari Jogjakarta, disaster terjadi. Saya nyoba scrub green tea tradisional dr bahan beras untuk dipake di wajah. 1 KALI dan negara api menyerang wajah yang mulus ini. PURGING! Aaaaaakkkkk!!!!

Ibu-ibu, ini bukan pencitraan dari permukaan bulan yak. Ini adalah kening sayayang bekukulan. Liat deh ada lebih dari 4 jerawat yang siap mateng dan menetas menjadi jerawat lainnya.

Purging ini serem banget yak. Mengingatkan saya pada purging sebelumnya yang saya alami sekitar tahun 2008 atau 2009. Jerawat lebih dari sepuluh biji menyebar kayak urbanisasi. Trus diobati pake apapun gak mempan. Udah gitu, setelah satu jerawat ilang, eh besoknya balik lebih banyak. 

Dan sedihnya, purging ini sampai 3,5 bulan lamanya. Sampai saya nulis ini, masih ada sedikit efeknya. Sedikit.. Why? Karena sepertinya saya menemukan obat dan perawatan yang tepat. 

Saya udah nyoba terapi pake HadaLabo tapi masih ada jerawatnya. Begitupun pake resep dokter kulit beberapa tahun lalu, jarang cuci muka dan bersihin muka pake susu pembersih. Jerawat gak hilang, malah tambah banyak T_____T

Sampe sekitar 3 minggu lalu kayanya saya menemukan solusi aman dan mujarab. Masker putih telur. Dan itu tadinya bukan karena saya mau ngilangin jerawat, tapi menarik komedo dari hidung. Setelah baca artikel tentang masker putih telur, ternyata katanya bisa bersihin jerawat juga. So, saya coba beberapa step by step ini. 
  1. Siapkan putih telur di piring kecil, kertas tisu, gunting, handuk muka dan air hangat. 
  2. Seka wajah dengan handuk yang dicelup air hangat, Tujuannya untuk membuka pori. Seka dan tekan-tekan sedikit di wajah. Oh iya, wajahnya jangan bermakeup ya, dibersihkan dulu. Baru kemudian diseka handuk hangat, 
  3. Secepatnya, mulai potong tisu mengikuti kontur wajah. Celupkan di putih telur, kemudian tempelkan di wajah. 
  4. Diamkan selama kurang lebih 30-45 menit atau sampai kering. (Kalo saya pake kipas-kipas biar cepet kering)
  5. Setelah kering, tarik tisunya. Saya prefer sampe kering banget supaya sel kulit mati terangkat dan gizi putih telurnya meresap. 
  6. Setelah dilepas, seka lagi wajah dengan handuk basah yang tadi. Biarkan hingga kering. Lebih baik dilakukan malam hari, jadi persiapan sebelum tidur.
Awalnya memang rasanya sempet kering. Tapi, setelah tidur semaleman, wuidiiiiih... kulit saya rasanya teksturnya membaik. Lebih lembab dan halus. Trus saya juga lebih mudah ngambil komedo yang terjebak di dalam kulit.

Jerawat saya mulai berkurang di kening sekarang ini. Dulu pernah sampai 10, sekarang tinggal 3. So I choose to endure the proccess dengan si masker putih telur ini. Soalnya masih ada bekas kemerahan jerawat yang mulai mengering. Rasanya agak mirip kaya habis pakai SKII hahahahaha... Beneran lho. 

Ternyata memang putih telur mengandung asam amino dan banyak protein yang bagus buat kulit. Kalo nggak salah SKII juga punya kandungan asam amino. Amis sih, tapi worth dan setelah diseka udah nggak bau lagi kok.

Oh iya, ada sebuah cerita nih berkenaan usaha saya bersihin kulit. Saya juga sempet beli sabun Papaya BDL yang katanya bisa bikin kulit kinclong kaya porselen. Tapi dudulnya, saya beli tanpa lihat review. Nggak ada review yang meyakinkan, padahal terlanjur beli. 

Yah harganya memang nggak sampai 10 ribu, tapi nggak akan kepake juga karena saya nggak mau ambil resiko. Proses yang terlalu cepet bikin putih justru bikin horor menurut saya.

Kalian boleh coba masker putih telur. Murah, mudah dan dalam 2-3 kali pakai setiap 4 hari, kulit udah kerasa sehatnya. Jangan lupa tidurnya yang teratur ya, karena bisa membantuperbaikan kulit. I'll share the picture later.


Rabu, 04 Juni 2014

[REVIEW] The Body Shop Ginger Sparkle Body Polish



Alohaaaa~~

Well, after holidey ke Jogjess beberapa waktu lalu, Embak Suhu alias Sista Agatha bener-bener menambah referensi saya tentang dunia per-Body Shop-an. 

Selama ini saya cuma minat dengan wewangiannya aja. Especially my White Musk dan Atlas Mountain Rose yang wanginya pas banget dengan kepribadian saya yang tiada neko-neko namun sedikit 'endelita' ini. Tapi sekarang, sepertinya saya mulai akan menoleh pada produk-produk body care yang enak banget dipakenya. 

Setelah pernah 'icip' Spray Vitamin C yang jeruk banget dan sabun tea tree yang adem di kulit selama ke Jogjess, akhirnya sesampainya di Malang, saya bisa nyobain yang namanya TBS Ginger Sparkle Body Polish. First impression, I loooooooooove the scent. Wanginya seperti permen soda, manis, seger dan enerjik banget. 

So, seperti namanya, TBS Ginger Sparkle Body Polish ini mengandung jahe. I believe in the power of Ginger karena tiap pagi smoothies favorit saya juga pake jahe supaya lebih sehat. Ternyata bener, body polish berbentuk gel dengan kandungan scrub ini bikin kulit tereksfoliasi dengan baik sehingga jadi halus dan nggak kusam lagi. 

It won't dry your skin, karena dilengkapi madu yang bikin kulit lebih lembab. Cukup sedikit aja udah bisa dipakai untuk seluruh tubuh (kecuali wajah ya, karena produk ini khusus penggunaan badan). Scrubnya efektif tapi nggak bikin iritasi, malah bikin rileks dan bersih kulit kita. Jangan khawatir kalo busanya nggak sebanyak busa sabun, the fact is, it makes my skin more clean and soft. *maklum, kalo hari kerja jarang luluran cyiiiin..*

FYI, I get the mini size (75 ml), tapi sepertinya ini akan looooooong lasting banget, Karena saya tuang 3-4 kali dengan jumlah yang sedikit, cukup buat mandi lama-lama (setengah jam lebih, huahahahaha..) Itu aja kaya nggak berubah isinya dari pertama kali buka tutup tubenya. 


What I really like? 


*The scent, kaya permen cola tapi seger. Sukaaa banget pokoknya, cocok buat yang pengen rileks waktu mandi setelah seharian kerja atau udah berbulan-bulan nggak spa. Dan wanginya masih ada dari mandi sore sampe mau tidur *cium-ciumin kulit

*Sedikit busa, tapi bersih banget. Scrub nyaman buat mengangkat sel kulit mati dan 'memijat' kulit. 

*Worth to buy. IDR Rp 89000 bisa bikin kulit bersih, wangi, kinclong dan pasti awet karena sedikit aja makenya bisa untuk seluruh tubuh. 

What I don't like?


I don't have the body butter --" errr... yea I'll buy it next month. Well, overall ini adalah body polish paling menyenangkan yang saya punya.

Setelah pakai scrub Ginger Sparkle Body Polish ini, pake body butter Ginger Sparklenya pasti juga enak. I wanna try that one. If you visit The Body Shop store, make sure you try to smell it, first. Selanjutnya, biar aroma yang berbicara. Saya yakin Anda tak mau melewatkan sensasi wangi dan segarnya produk ajaib ini. Hahahaha... And Miss Gigi said..





"Stay pretty, Ladies.."

Rabu, 16 April 2014

MISS GIGI Holiday!! (Libor.. Libooor.. Ojok Kerjo Ae...!!)

Tahun 2014 syudah berjalan beberapa bulan dan.. I'M DYING FOR VACATION!!!

So, well.. Eum... Jadi ceritanya saya, dan ketiga bidadari Vemale lainnya mengambil kesempatan untuk liburan ke JOGJESS alias JOGJAKARTA. Semua orang cinta Jogja aaaaand this is our first trip together. Cari yang deket, terjangkau dan nyamaaaaan. 

Sejenak kami melupakan kepenatan, tekanan, keslepek'an, kesesek'an dan ke-an ke-an yang lainnya. Pasalnya wanita-wanita ini sudah mulai sakit-sakitan. Contoh deketnya aja saya yang ada masalah tekanan bola mata tinggi, yang mana sebelumnya tensi sempet tinggi. Bayangin deh 150/100.


Padahal tensi saya ya biasanya nggak sampe 150 amat. Biasanya 100-110/100 Sempat horor, wanita ini pun setuju join acara liburan ke Jogja :))) :))) HAHAHAHAHAHAHA. Menyehatkan mata, tekanan darah, pikiran, hati, jiwa, raga dan segala-gala-galanya. 




Seperti kebanyakan trip to Jogjakarta, yang kami kunjungi pastinya Keraton Jogjakarta, Raminten, Malioboro (karena kami nginep di daerah Sosrowijayan), Pemandian Tamansari,  tempat es krim di Malioboro yang lupa namanya, Mirota Batik (walau akhirnya beli baju ke Citra Batik :))) HAHAHAHA) dan sebagainya dan sebagainya. 

Yang paling seneng adalah menikmati suasana liburan Jogja. Koyoto, makan pecel pasar Beringharjo yang sungguh marem jaya. Rasanya pengen icip semua lauknya, cuma inget kantong dan badan yang udah umel-umel ini.

Terus juga suka banget jalan di Malioboro, makan di angkringan yang mana Kak Wence mecahin rekor makan di angkringan cuma abis 3500 perak *walik mejo* dan kami yang pecinta protein hewani ini belum bisa memecahkan rekor itu.

Nganggur di angkringan sambil menikmati suasana malem itu aduhai banget. Tersesat bersama di tempat yang homy. Trus sempet juga ngabisin waktu sampe tengah malem di cafe Mi Casa El Casa. Cafe kecil yang tetangganya penginepan kami. Rasanya kaya meresapi hidup banget.

Kali ini saya lebih khidmat mengunjungi Keraton. Saya lebih mendengarkan dan memperhatikan ceritanya guide tour kami. Saya inget namanya Pak Ngadiyanto. He said that we'll go back there with our hubby and children (aaamiiin, Sir). And the funniest part is when he said bahwa kami adalah wanita 'senggel'. Yang doski maksud adalah kami ini wanita single :)) :)) 


Untuk biaya PP habis sekitar 250ribuan. Untuk belanja-belanji, hidup, penginepan dan sebagainya, saya pribadi habis hampir 600ribu. What a life deh untuk liburan sekitar 4 hari di sana. Kalau mau cari oleh-oleh bakpia, bisa pesen punya Raminten.

Enak banget, sampe rumah dan sampe beberapa hari, pianya masih krenyes di mulut. Selebihnya saya belanja baju-baju dan tas buat orang rumah. Biar awet oleh-olehnya. Oh iyaaaaa.... dan beli lulur Green Tea nya Mirota. Itu lulur yang bikin kulit mulus mendadak.

Saking cintanya sama lulur ini, sampe saya borong banyak. Padahal sebungkus bisa saya pake beberapa bulan. Hahahahahahaa :))

The lesson from our vacation is, just believe in your dreams and sometimes you need vacation. Uang bisa dicari tapi kalo nyari uang terus, kapan menikmatinya? Give some rewards after hectic days. Few days of holiday won't hurt anyone, Duuuuude~~


Senin, 03 Maret 2014

Berapa Banyak Nickname Yang Kamu Punya?

Nickname. Kayanya saya kenal istilah ini jaman SD. Baru tahu kalau itu artinya 'nama panggilan'. Kalau saya sih taunya dari dulu dipanggil Gilang.. Gilang... Gilang. 

Sampai saya tahu, Gilang itu sering dipakai sebagai nama COWOK. Glegegh!

Sama seperti nama saya yang androgyny, saya pun jadi agak begitu kadang-kadang. Kadang moodnya feminin banget, suka dandan, shopping, dan endelita ala wanita. Tapi ada masa tertentu di mana saya lebih memilih jadi sosok yang melindungi, potong rambut super pendek, duduk ngangkang depan tipi dan segala hal yang bisa bikin orang tua bilang, "Anak cewek kok kayak gitu.."

Udah nama bisa cowok bisa cewek, golongan darah bisa A bisa B, olalaa~~ Tapi, ngomong-ngomong nama, sejak SMP, nickname saya mulai bertambah. Begini ceritanya. 

  • Geelonk Nggak jauh lah ya dari pelafalan Gilang. Nama ini saya dapet dari sahabat sebangkuan saya yang namanya Jamal Said Bakarsyum. Dia sering cerita tentang Australia dan dia menyebut saya begini kerana Geelong adalah nama sebuah kota di Australia. Akhiran 'k' itu, well, namanya juga anak muda ^^a Berikutnya nama ini jadi dipanggil Gee atau Ji. Nama ini kebawa sampai SMA. Bahkan teman sebangku yang cantik nan solehah ~alaaah~ namanya Wahyu Ngesti, juga panggil saya pakai nama itu.
  • Machi Oke, ini jauh banget dari Gilang. Ini adalah nama saya didunia Jejepangan. Temen saya ada yang namanya Yuukari, Kaori, Noi, Nami, Oda dan sebagainya dan sebagainya. Maka saya pun memilih nama Machi. Ini nama dari drummer band visual Kei Jepang yang namanya Lareine. Dia kelihatan tenang dan mempesona. Udah, itu aja sih alesannya. *dilempar bass drum
  • Bee Saya sempat suka chat di mig33. Di sana saya dapet kenalan yang alhamdulillah jadi teman dan sahabat. Dari semua nama yang saya pake ada unsur by-bi nya. Sampai sahabat saya jadi manggil 'bee'. Sampai sekarang kami sahabatan padahal baru 2 kali ketemuan :))) :))) sudah dari 2008 lho. 
  • Slebe Nama ini iseng tercetus tahun baru 2011oleh Mas Tete J Zone. Sempet jadi nama akun Facebook, tapi akhirnya berubah juga jadi nama asli karena inget umur *memendam diri dalam kue ulang taun* Sekarang yang panggil seperti ini cuma seorang adik J Zone bernama Reza.
  • Gigi Nah, yang ini masih ada Gilangnya lah ya. Ini juga nama dari salah satu senior yang saya respek di karir editorial saya yang sekarang jadi juragan Pizza Roll sukses di Malang :)) Saya inget banget sebelum kerja di tempat sekarang, saya stalking calon senior-senior saya. Akhirnya saya ketemu langsung dengan Agatha Yunita yang punya panggilan Bee juga. Dalam sebuah chat di tahun pertama kerja, dia panggil saya Gigi. Saya bilang, "Namaku jadi kaya artis Gigi Leung." Eh ternyata dia bikin status YM: My bestfriend name is Gigi. Wadoooh, melting aja diginiin :)) :))
Ya, itu saja panggilan yang saya punya. Sebuah nama sebuah cerita. Tanpa bermaksud tidak mengindahkan atau bangga nama asli, saya menghargai bagaimana teman-teman memanggil saya. Seperti bookmark untuk setiap moment yang menyenangkan. *eyaelah, mulai lagi dah nulis ala lentera Vemale nya :))

Nickname bolehlah jadi nickname. Tapi jagalah nama aslimu karena itu doa orang tua dan nama yang akan muncul di mana-mana hingga akhir hayat. As time goes by we will understand what's in a name.

Senin, 13 Januari 2014

Tutorial Makeup Mata: 'No Makeup' Makeup Ala Miss Gigi


My precious pallette. Hari ini pakai 4 warna paling kanan bawah.
 Beberapa hari lalu, saya kena sakit lambung dan diare yang mana bikin saya ogah pakai makeup ke kantor. Tapi ya nggak mungkin juga saya terus-terusan ke kantor tanpa makeup. Minimal pelembab sama bedak deh.

Nah, di hari ke sekian saya mulai masuk, tangan ini tiba-tiba spontan aja moles-moles mata pakai eyeshadow. Hasilnya natural banget tapi nggak akan bikin muka kelihatan kusem. Terutama yang punya bentuk mata dengan eyelid minimalis seperti saya :)) :))

So, here it is...
STEP 1


Saya pakai BB Cream Caring Colors yang ternyata nggak bikin muka keliatan oily. Wajah before saya yang masih kelihatan sembab nan kusem, kelihatan lebih seger kalau pakai BB Cream ini. Saya pakai varian Caring Colors Fair White.
STEP 2


Saya nggak pakai base eye shadow karena memang belum nemu yang pas :)) So saya pulaskan aja warna kulit dari Sleek Palette semata wayang yang saya miliki. Pulaskan ke semua bagian kelopak mata. Kemudian di ujung luarnya, beri warna cokelat gelap atau taupe gelap, All in matte color.

STEP 3
Pakai eyeshadow hitam untuk membuat garis mata, sedikit gosok dengan ujung aplikator supaya hasilnya agak smudge. Untuk bawah mata, bisa pakai warna cokelat tua. Lebih natural, Jeeeng... 

Karena alis saya seperti ulat bulu, cukup saya sikat dan sedikit ditegaskan dengan warna taupe gelap. Selesai, tinggal tambah lip gloss langsung bisa cusss ke kantor. 

Rabu, 01 Januari 2014

#OOTD HAPPY NEW YEAAAAARRR....!!!


Haaaapppyy New Yeaaaaaaarrrr......!!!!
Selamat tahun baru 2014. Get more SPIRIT! CATCH more DREAMS!!!

Ini outfit saya menjelang pulang setelah semaleman begadang bareng Mbak Happy, Mas Ryo, Mas Rama, Mbak Retno, Mbak Qi, Om Tete. Dalam rangkaaa.. melepas penat setaunan :)) :))

Jaket jeans ini beli di butik saudaranya Mbak Happy, kaos HIGH DREAM SHINE itu beli di Bekas Sembarang Bukan *tapi sayang OLS nya udah vakum. Padahal bajunya kece-kece di sana*

Celananya kalo nggak salah beli di Laluna SpecialSize. Itu soft jeans jegging paling soooooft yang pernah saya beli. Hopefully, mereka jual celana ini lagi karena nyaman banget dipakenya.

Jilbab ini beli di Morocco Boutique Scarves. Pilih beli yang basic kaya gini biar bisa dipake sama berbagai macam gaya. Dan ini adalah sarangnya Mbak Happy sebenarnya. 
Karena saya ditinggal ke pasar, so, narsis dulu lah di cerminnya Mbak Happy yang ke to the ce ini.

Akhir kata, HAPPY NEW YEAR 2014 yaah!!!
Tahun ini jangan sama kaya tahun kemaren. Be our better self, get our better life.
GANBAAAAATTTEEEEE!!!!!

Kamis, 12 Desember 2013

MACHI Dan Dunia Jejepangan (Bagian 4)

Tadinya saya pikir saya sudah waktunya 'mentas' dari J-Zone. Namun panggilan itu datang lagi. Now can you see? Betapa saya serius dengan hal ini.

AWKWARD...

Saya sempat agak benci dengan J Zone. Ya memang sih, kalau lama hidup bersama, pasti ada pahit manisnya. Ini tahun tergetir di J Zone karena kemunduran saya sempat menumbuhkan rasa minder dan tidak pede dengan kemampuan saya sendiri.

Full Japan Day 2, saya datang ke sana dengan agak awkward. Saya merasa agak jauh jaraknya dengan teman-teman, padahal ya mungkin tidak ada apa-apa. Intinya di tahun ini adalah, mundur tak berarti kamu tidak akan melakukan apa-apa.

Kamu hanya perlu menemukan di mana posisi terbaik untuk berdedikasi. Saya membantu apapun yang bisa saya bantu. Ketika anggota sedang loyo, saya bantu menguatkan dengan Emon dan teman lainnya. Mbak Happy nggak pernah capek jadi sekretaris dan bendahara. Salah paham juga sering muncul di mana-mana.

Ini tahun terbanyak kami sering mengalami selisih paham dan berurai air mata. Tapi... semua membuat kami berhasil menelurkan 2 kali FJD dalam setahun.

Kumel ya saya. Stand by dari pagi sampai pagi lagi :)) :))
Tahun baru menjelang 2008, saya dipercaya menggawangi acara besar FJD 3. Acaranya akan berlangsung dari sore hingga malam hari. Dan ini adalah acara paling epic yang pernah saya pegang.
Hujan badai datang tepat habis Maghrib, padahal acaranya outdoor. Banyak barang yang harus diusung ke dalam, bintang tamu sudah pada datang dan acara ini hampir gagal. Saya sempat terduduk sambil menunggu hujan selesai dan takut kalau ini akan benar-benar gagal.

Menjelang Isya', saya bersyukur masih ada teman-teman yang sabar menanti dan punya tim yang rela kehujanan untuk tetap merealisasikan acara ini. Acara baru bisa dimulai sekitar pukul 8 atau 9, tapi saya terharu karena sampai pukul 00.00 FJD 3 masih ramai pengunjung.

Kadang, ada tepukan pundak dan ucapan selamat. Saya juga nggak tahu pantas untuk mendapatkannya atau enggak. Anggap saja ini buah manis kita bersama.

Apa yang saya pelajari saat itu? What doesn't kill you, makes you strongggaaah...

Rabu, 04 Desember 2013

MACHI Dan Dunia Jejepangan (Bagian 3)

Kami punya mimpi, ingin menjadi komunitas besar. Ya, yang tadinya cuma hobi, tapi manusia selalu ingin mencapai sesuatu kan?

Mau Bikin Komunitas Besar? Belajarlah... Dari Bawah

Semua memang dimulai dari nol, bahkan pendahulu-pendahulu kami seperti angkatan mas PJ dan Mbak Retno. Lalu sejak kami punya mimpi untuk menjadi besar, J Zone menggodok berbagai rencana.

Bayangkan, kami 'buta' dan nggak punya buku tutorial membuat komunitas besar :)) :)) tapi mimpinya udah setinggi langit. Kami memang masih 'bodoh' karena itulah kami harus belajar, dari bawah.

First Tour *yaelaah..* kami adalah menuju acara di Surabaya. (Yeeeee, kita piknik!!) Ya, itu perjalanan yang menyenangkan sekali. Kami bawa 2 mobil kalo nggak salah, ada banyak rombongan yang asik-asik. Awalnya masih malu-malu, tapi lama-lama ya ngobrol juga.

Di Surabaya, saya pribadi amazed banget dengan komunitas Jepang di sana, KOJTSU. Ini lho komunitas yang mukanya pernah saya lihat di Animonster. Ya ampuuun, mereka keren semua. Jepang abis, cantik-cantik, ganteng-ganteng.
Bandnya juga bagus-bagus. Ini lho acara komunitas. Bukan hanya pengisi acara yang dandan ala Jepang, tapi ada juga pengunjung yang total. Dan di akhir acara, kami para cewek J Zone udah klepek-klepek dengan yang namanya Saint Lolita.

Baru kali ini kami lihat band visual kei di depan mata. Biasanya cuma di majalah. Dan kami sempet foto bareng lho. 
To be honest, ini perjalanan pertama saya yang bikin ga bisa tidur, Saya excited sampai besoknya, besoknya,  besoknya lagi. Ini adalah 'pembelajaran' yang menyenangkan.

Jadi, Apa Yang Kamu Pelajari? 

Sejak hari itu, Kakek dan kakak-kakak lainnya menggodok konsep tentang komunitas yang kita mau. Kami juga punya band visual kei pertama dengan nama Onimusha.

Untuk punya komunitas, harus ada yang memimpin. Dan siapa pemimpinnya? Saya.

Kaget? I know, saya juga kaget. Meski saya cupu dan jatuh bangun buat bisa membawa komunitas ini ke starting point, saya cukup senang dan banyak belajar.

Masa jabatan saya nggak sampai satu tahun. Tapi saya belajar menjaring member baru, publikasi acara, pedekate ke media terdekat dan bikin acara kecil-kecilan. Mungkin masih ada yang ingat suara Machi J Zone di siaran Bhiga FM Unmer dengan nomor 085646411166, yes thats me. Dan nomer itu sudah wafat and today it's not mine anymore :))) :))) Sekitar tahun 2007, kami bisa menjamu balik anak-anak Kojtsu, meski mereka telat datang dan acara sudah selesai.

Saya beberapa kali menangani event. Hmm, yang inget sih di Funky Dorayaki, Cinemax, Poltek, di Saboten dan terakhir di SMAN 9. Dua acara besar yang berkesan adalah Full Japan Day 1 dan Bunkasai Smanawa. Sebenarnya event SMAN 9 membangkitkan semangat saya, tapi dalam sebuah komunitas, memang nggak cuma ada 1 kepala dan situasi bisa berubah dengan cepat.

Saya sempat vakum setelah mundur dari jabatan ketua. Mungkin sudah waktunya konsen dengan kehidupan pribadi saya, pikir saya waktu itu. Tapi panggilan itu datang lagi. Dan saya memasuki chapter baru yang lebih menantang. (TO BE CONTINUE)

Selasa, 03 Desember 2013

MACHI Dan Dunia Jejepangan (Bagian 2)

Namanya J Zone, Malang Otaku Community. Nggak begitu merhatiin label 'otaku' itu. Pokoknya saya tahu ini komunitas Jepang yang bisa nerima saya. So much up and down, laugh and tears, dreams, fall or achieve it. Here my stories begin...

Saya Dijemput Oleh 'Destiny' Bernama J-Zone

Kenapa saya yakin banget masuk di komunitas ini adalah karena suatu siang ada pamflet kecil nempel di papan pengumuman SMAN 4 Malang, ada gambar Dir en Grey di depannya. Nah lho kok bisa ini pamflet nongol nggak pake ijin Tatib. Well, rupanya sejak awal ya beginilah cara J-Zone 'bergerilya', gak pake birokrasi-birokrasian.

Awalnya saya takut, tapi saya excited. Dan yang saya bayangin adalah koko-koko ganteng yang akan menyambut pendaftaran saya *dilempar boyben*. Ternyata... semua hanya imajinasi.

Sejak saya mulai mendaftar saya cuma kontak lewat SMS. Sampai tibalah hari di mana saya bertemu dengan 'yakuza-yakuza' itu. Kirain ya sama-sama masih SMA. Ternyata mereka sudah kuliah, ada yang kecil, besar, tinggi, brewokan, pake eyeliner dan... saya keder. Tapi gapapa, mereka baik kok.

Wahahaha.. saya masih ingat sekali dengan hari-hari itu. Senior-senior J-Zone ini telaten dateng ke sekolah tiap beberapa hari sekali, setiap jam pulang. And you know what? Saya makin semangat sekolah setiap ingat mereka. Waktu itu kelas 3 SMA, saya kelas bahasa pula. Kanpeki!!!

Keluarga Dan Mimpi Kecil

Komunitas J Zone punya mimpi kecil, agar hobi jejepangan nggak jadi minor. Come on, banyak hal yang kita nikmati dari negeri bunga sakura itu dan kesukaan dengan jejepangan bukan hal yang aneh.

Sering ketemu dan kumpul bareng membuat kami akrab. Dulu Mas Evan yang sering saya panggil 'Kakek' (dan kami semua sering panggil seperti itu sampe sekarang), sering menyuntikkan semangat lewat sms. Oh nggak sering ding, jarang. Tapi sedikit 'drama' seperti ini bikin saya dan 3 member lainnya jadi semangat.

Emon, juga seorang senior yang sekarang sudah jadi sahabat saya, termasuk salah seorang yang berjasa buat kami. Ibaratnya, Mas Evan bapaknya, Emon emaknya. Ya, Emon bagian 'mengasuh' anak-anak muda seperti kami agar bisa tetap nyaman dan berkembang di komunitas ini.


Anggota kami pun bertambah. Ada Mbak Happy dan Mbak Iin yang stunning banget karena mereka ibaratnya adalah 'Gazerock di jamannya'. Rambut diwarna-warni, dimodel-model, baju banyak studded dan peniti. Keren deh pokoknya. Ada juga Mas Keceng yang keceng-keceng tapi idenya sedeng. Dia pemberani dalam mengambil langkah untuk kebesaran J-Zone waktu itu. Oh iya, kami punya tempat kumpul di warung Kakek. Namanya Buffet Oshin.

Life's like Japanese Dorama. Hampir tiap pulang sekolah *termasuk adegan bolos* saya mampir ke sana. Nunggu ilham, pencerahan, rencana atau sekedar nongkrong sama senior-senior saya. Demo ne, tanoshikatta..

Juga ada beberapa band yang mulai masuk. Genova, Melanin, Akatsuki, Hyakushiki dan Bukit Belakang Sekolah yang waktu itu adalah jebolan pertama kami. Nah, masuk era ini agak serius nih. Ini bukan cuma hobi, ini mimpi yang menanti untuk digapai.

Bagaimana kami meraih mimpi-mimpi kecil kami yang meradang? Next chapter, ikkushoo!!! (TO BE CONTINUE)